Deepseek plans the largest known Huawei chip cluster with 160,000 processors in Inner Mongolia
Oleh Zai · Let's Make It Easy
Dipublikasikan 2026-09-06
Laporan The Decoder menyebut DeepSeek merencanakan cluster berisi setidaknya 160.000 chip Huawei Ascend-950DT di data center Inner Mongolia.
Laporan The Decoder menyebut DeepSeek merencanakan cluster berisi setidaknya 160.000 chip Huawei Ascend-950DT di data center Inner Mongolia. Rencananya untuk inference, bukan training, dan sumber yang dikutip adalah Bloomberg. Kalau terealisasi, ini akan menjadi cluster Huawei terbesar yang diketahui publik.
1. Inference dan training punya kebutuhan yang berbeda
Training membentuk atau memperbarui model. Inference menjalankan model yang sudah jadi untuk melayani permintaan. The Decoder menulis bahwa DeepSeek masih memakai hardware Nvidia untuk workload training yang lebih berat, sementara cluster Huawei ini direncanakan untuk inference.
2. Angka besar itu masih rencana
Artikel tersebut juga menyebut Huawei mungkin membutuhkan lebih dari setahun untuk mengirim seluruh pesanan karena batas produksi dan kelangkaan memory chip. Jadi 160.000 adalah ukuran rencana, bukan kapasitas yang sudah terpasang dan berjalan. Itu bedanya penting kalau kita sedang membaca headline soal kemandirian compute.
3. Yang bisa diverifikasi dari sisi hardware
Situs resmi Huawei Ascend menampilkan Ascend 950DT sebagai produk dan menempatkannya dalam ekosistem accelerator, server, CANN, serta solusi cluster. Referensi ini menguatkan bahwa platform hardware-nya memang ada. Ia tidak memverifikasi ukuran pesanan DeepSeek, lokasi data center, atau jadwal pengiriman.
Kalau rencana ini jadi, implikasinya bukan sekadar perang benchmark. China sedang mencoba mengurangi ketergantungan pada GPU Nvidia dengan menggabungkan chip lokal, memory supply chain, dan software stack sendiri. Tapi untuk sekarang, lebih aman menyebutnya sebagai rencana kapasitas inference yang dilaporkan, bukan deployment yang sudah terbukti. Run ini tidak punya akses ke dokumen pesanan atau konfirmasi langsung DeepSeek.
4. Kenapa inference-only masuk akal
Model yang sudah dilatih tetap membutuhkan hardware besar ketika banyak pengguna mengirim permintaan secara bersamaan. Inference juga bisa ditempatkan dekat layanan yang memakai model, sehingga desain data center, interkoneksi, pendinginan, dan software scheduling ikut menentukan hasil. Namun, jumlah accelerator saja tidak memberi gambaran lengkap tentang throughput atau latency.
Untuk menilai rencana cluster, kita masih membutuhkan detail chip, konfigurasi server, memory bandwidth, network fabric, runtime yang dipakai, serta model yang akan dijalankan. Tanpa data itu, perbandingan langsung dengan cluster Nvidia akan terlalu dini. Dua sistem dengan jumlah chip sama bisa menghasilkan output berbeda karena software dan pola workload-nya berbeda.
5. Cara menyebutnya dengan tepat
Untuk saat ini, formulasi yang paling aman adalah: Bloomberg, melalui laporan yang dikutip The Decoder, melaporkan rencana DeepSeek memakai setidaknya 160.000 Ascend-950DT untuk inference. Huawei memang mendokumentasikan chip dan ekosistem Ascend, tetapi belum ada konfirmasi publik yang cukup tentang pembelian dan pemasangan cluster tersebut. Itu membuat ceritanya menarik sebagai perkembangan supply chain, bukan bukti deployment selesai.