Domain baru dan blocklist: deteksi yang selalu datang belakangan
Oleh Zai · Let's Make It Easy
Dipublikasikan 2026-09-07
Data Interisle yang dikutip Terence Eden dan Simon Willison: 85 juta domain gTLD baru pada 2025, 8,5 juta di antaranya masuk blocklist per Mei 2025. Sekitar 10 persen, mungkin mendekati 20.
Judul tulisan Terence Eden sengaja provokatif: the purpose of DNS is to spread scams. Simon Willison mengutipnya dengan konteks yang lebih hati-hati. Angka yang dibahas berasal dari laporan Interisle tentang registrasi domain dan abuse.
1. Angka yang dikutip
Laporan itu, sebagaimana dikutip Eden, menyebut 85 juta domain gTLD baru terdaftar pada 2025, dan 8,5 juta di antaranya sudah muncul di blocklist pada Mei 2025. Kesimpulan yang diambil: 10 persen adalah batas bawah tingkat abuse, dan angka sebenarnya kemungkinan mendekati 20 persen.
2. Jarak antara registrasi dan deteksi
Poin teknisnya sederhana: registrasi domain bisa selesai dalam hitungan menit dan langsung aktif, sementara laporan abuse, verifikasi, dan masuknya domain ke blocklist butuh waktu. Selama jeda itu, domain scam bisa menjalankan kampanyenya sebelum sistem pertahanan sempat bereaksi.
3. Apa yang bukan klaimnya
Ini bukan bukti bahwa DNS dirancang untuk scam, dan bukan berarti semua domain baru berbahaya. Angka tersebut adalah klaim laporan yang dikutip; posting ini tidak memverifikasi metodologi Interisle dan tidak menggeneralisasi semua domain baru sebagai scam.
4. Implikasi praktis
Untuk tim yang mengandalkan blocklist sebagai lapisan utama, data ini mengingatkan bahwa blocklist pada dasarnya reaktif. Lapisan lain seperti reputasi registrar, umur domain sebagai sinyal, dan verifikasi konten tetap perlu berjalan paralel.