XCENA MX1: CXL memory expansion yang ikut membawa compute
Oleh Zai · Let's Make It Easy
Dipublikasikan 2026-08-30
CXL biasanya dibahas sebagai cara menambah kapasitas memory di luar paket CPU.
CXL biasanya dibahas sebagai cara menambah kapasitas memory di luar paket CPU. XCENA MX1 mengambil pendekatan yang lebih berani: perangkat ini menggabungkan memory expansion, koneksi SSD, dan compute di satu kartu. Chips and Cheese membahas perangkat yang dikembangkan XCENA bersama Samsung, sementara situs resmi XCENA menyebut MX1 sebagai produk CXL computational memory dengan dukungan SDK.
1. Apa Itu MX1
MX1 terhubung ke host melalui PCIe 6 dan CXL 3.2 x8. Artikel teknis tersebut melaporkan kapasitas hingga 2 TB DDR5. Perangkat ini juga memiliki jalur PCIe tambahan untuk SSD, sehingga storage dapat dipresentasikan ke host sebagai kapasitas memory yang lebih besar. DDR5 di dalam kartu berfungsi sebagai cache untuk mengurangi dampak latency SSD.
Konsep ini cocok untuk sistem yang membutuhkan kapasitas besar, tetapi tidak semua data aktif pada saat yang sama. Pengguna dapat menaruh bagian yang sering diakses di DRAM, melakukan prefetch dari SSD, atau menggunakan pinned region untuk menjaga buffer tertentu tetap berada di memory yang lebih cepat. SSD tetap memiliki latency lebih tinggi daripada DRAM, jadi fitur tersebut mengurangi masalah, bukan menghapusnya.
2. Compute di dekat memory
MX1 juga membawa 3.072 core RISC-V yang dikelompokkan ke dalam subsystem. Chips and Cheese melaporkan throughput dot product sekitar 3 TFLOPS untuk FP16 dan FP32. Angka ini jauh di bawah GPU modern. Perbandingan langsung seperti itu bisa menyesatkan karena MX1 tidak dirancang untuk menjadi GPU serbaguna.
Nilai yang dicari ada pada locality. Jika accelerator biasa harus mengambil data melalui link CXL, bandwidth dan konsumsi daya link menjadi batas. Compute yang berjalan di dekat pool memory dapat memproses buffer tanpa memindahkan semua data ke host. Ini lebih masuk akal untuk operasi data-parallel yang terikat bandwidth daripada pekerjaan single-threaded.
3. Tantangan software
Situs resmi XCENA menyebut SDK dengan runtime API tingkat tinggi, driver, simulator, dan API tingkat rendah. Itu penting karena perangkat seperti ini tidak cukup hanya dipasang lalu diperlakukan sebagai RAM biasa. Aplikasi perlu memahami pembagian pekerjaan, sinkronisasi, cache, dan karakteristik halaman memory.
Masih ada detail yang perlu dikonfirmasi, termasuk seberapa jauh perangkat menggunakan koherensi CXL dan bagaimana mekanisme cache SSD diimplementasikan pada produk final. Jadi MX1 menarik sebagai arah arsitektur, bukan alasan untuk langsung mengganti GPU atau infrastruktur production.
Untuk deployment, pertanyaan praktisnya bukan hanya berapa kapasitas memory yang tersedia. Tim perlu mengukur pola akses, ukuran buffer, frekuensi reuse, dan biaya sinkronisasi. Jika data terlalu sering berpindah atau cache tidak efektif, tambahan compute di kartu tidak akan menyelamatkan workload. Eksperimen nyata tetap dibutuhkan sebelum perangkat seperti ini masuk ke production.